Apphemeride

Matahari dan cahaya siang

Solstis dan ekuinoks: empat penanda astronomis dalam setahun

Penjelasan singkat

Solstis dan ekuinoks adalah empat saat tertentu, bukan empat hari yang seragam untuk seluruh zona waktu. Ekuinoks menandai lintasan Matahari melalui ekuator langit; solstis berkaitan dengan ujung utara dan selatan gerak tahunannya. Nama berdasarkan bulan — Maret, Juni, September, dan Desember — menghindari anggapan musim yang sama di kedua belahan Bumi. Apphemeride menampilkan waktu serta hitung mundur untuk peristiwa tersebut.

Empat titik pada ekliptika

Kemiringan sumbu Bumi membuat ekliptika dan ekuator langit tidak berimpit. Dalam perjalanan tahunannya, arah Matahari bergerak dari selatan ekuator ke utara lalu kembali. Konvensi penentuan musim menggunakan bujur ekliptika tampak Matahari yang dirujuk ke pusat Bumi, dengan koreksi yang relevan seperti nutasi dan aberasi.

PenandaBujur ekliptika MatahariArti geometris umum
Ekuinoks Maret0°Melintasi ekuator langit dari selatan ke utara
Solstis Juni90°Daerah deklinasi paling utara
Ekuinoks September180°Melintasi ekuator langit dari utara ke selatan
Solstis Desember270°Daerah deklinasi paling selatan

Untuk ketelitian tinggi, definisi bujur dan ekstrem deklinasi mempunyai rincian perhitungan masing-masing; angka 90° serta 270° adalah penanda konvensional musim yang digunakan. Gambaran Matahari «berhenti» berarti perubahan deklinasi melambat lalu berbalik, bukan rotasi Bumi berhenti atau Matahari diam di satu titik sepanjang hari.

Di belahan utara, Juni menandai awal musim panas astronomis dan Desember awal musim dingin. Di belahan selatan berlaku kebalikannya. Indonesia melintasi khatulistiwa, sehingga satu nama musim beriklim sedang tidak cocok untuk seluruh negeri. Sebutan bulan tetap jelas tanpa menjadikan Juni musim panas nasional.

Satu saat, beberapa tanggal sipil

Peristiwa berlangsung pada satu saat global yang sama, tetapi penulisan waktunya bergantung zona. Jika saat itu dekat pergantian tanggal, WIB, WITA, dan WIT dapat menempatkannya pada tanggal sipil yang berbeda. Jangan memaksa label tanggal dari Jakarta ke seluruh kepulauan.

Tanggal yang tercetak pada kalender biasanya nama hari yang memuat saat peristiwa dalam zona tertentu. Itu tidak berarti sifat fisik Matahari berubah tepat pukul 00.00 pada hari tersebut. Perubahan cahaya berlangsung halus selama hari-hari sekitarnya, terutama dekat solstis ketika deklinasi berubah lambat.

Istilah solstitium berasal dari gagasan Matahari yang tampak berhenti dalam pergeseran tahunannya. Aequinoctium berarti malam sama. Asal kata itu berguna untuk memahami konsep, tetapi tidak menjamin interval terbit–terbenam tepat dua belas jam pada tanggal ekuinoks.

Mengapa waktunya bergeser antar tahun

Tahun tropis rata-rata sekitar 365,2422 hari, bukan 365 hari bulat. Tanpa koreksi kalender, penanda astronomis akan bergeser beberapa jam setiap tahun terhadap tanggal. Tahun kabisat menambahkan hari untuk menjaga kesesuaian jangka panjang.

Kalender Gregorian juga tidak menambahkan hari pada setiap tahun abad: tiga tambahan dihilangkan dalam siklus 400 tahun. Aturan tersebut menyeimbangkan panjang rata-rata kalender dengan siklus musim. Pergeseran dari tahun ke tahun tetap ada, sehingga tanggal yang diajarkan sebagai satu hari tetap hanyalah pendekatan.

Ekuinoks Maret, misalnya, tidak wajib selalu 21 Maret. Tahun dan zona waktu menentukan apakah angka kalender berada lebih awal atau lebih lambat. Untuk Indonesia, baca saat peristiwa dalam zona setempat dan hindari menyalin tanggal Eropa tanpa konversi.

Panjang empat bagian tahun tidak sama

Kecepatan orbit Bumi berubah menurut hukum kedua Kepler. Dekat perihelion sekitar awal Januari, Bumi bergerak lebih cepat; dekat aphelion sekitar awal Juli, lebih lambat. Akibatnya, waktu antara empat penanda tidak sama panjang.

Sebagai orientasi untuk pembagian musim belahan utara, musim panas astronomis sekitar 93,6 hari, musim semi 92,8, musim gugur 89,8, dan musim dingin sekitar 89 hari. Angka ini bukan durasi musim hujan serta kemarau Indonesia. Musim cuaca lokal memerlukan pola atmosfer dan wilayah yang lebih terperinci.

Jarak Bumi–Matahari berkisar sekitar 147 juta kilometer di perihelion dan 152 juta di aphelion. Perubahan penerimaan energi akibat jarak nyata, berorde hampir tujuh persen antara kedua ekstrem, tetapi tidak menjelaskan mengapa musim panas utara hangat saat Bumi justru lebih jauh. Sudut datang sinar dan lama siang dominan dalam pola musim lintang sedang.

Di negara beriklim sedang, pembagian meteorologis sering memulai musim pada awal Maret, Juni, September, dan Desember agar statistik mudah dibandingkan. Ini konvensi lain, bukan saat ekliptika. Menggunakannya tidak otomatis menciptakan empat musim cuaca yang serupa di Jakarta atau Bromo.

Mengamati pergeseran dari Indonesia

Pilih tempat dengan horizon yang dapat dibandingkan, lalu catat arah terbit atau terbenam selama beberapa minggu. Titik itu bergeser, melambat dekat solstis, kemudian berbalik. Hindari menatap cakram tanpa perlindungan; pengamatan arah dapat dilakukan melalui bayangan, gambar dengan sistem aman, atau data posisi.

Di Bromo, punggung pegunungan memberi penanda yang jelas tetapi juga mengubah saat cakram pertama terlihat. Di Jakarta, bangunan dapat berfungsi sebagai acuan arah jika posisi pengamat tetap, tanpa mengubahnya menjadi horizon astronomis ideal. Catat tempat yang sama agar pergeseran arah tidak tercampur perpindahan kamera.

Contoh sejarah seperti orientasi Stonehenge di Inggris atau gerbang kompleks Goseck di Jerman memperlihatkan perhatian budaya terhadap lintasan Matahari. Tempat sejarah itu tetap di tempatnya; tidak perlu mengklaim semua bangunan atau tradisi lokal mempunyai maksud astronomis yang sama tanpa bukti.

Dalam jangka ribuan tahun, presesi mengubah hubungan arah ekuinoks dengan bintang. Titik vernal tidak tetap di satu rasi selamanya. Empat penanda musim mengacu pada geometri ekuator–ekliptika yang ditetapkan, bukan batas rasi yang selalu sama.

Lihat di Apphemeride

Lihat di Apphemeride

Pada halaman Matahari, «Musim» serta «Ekuinoks dan solstis» menampilkan penanda dengan hitung mundur ke peristiwa berikutnya dalam zona waktu pilihan. «Arah sama» membantu membandingkan kapan Matahari mencapai arah atau ketinggian yang terkait lintasan hari solstis. Data standar ini tersedia untuk Matahari tanpa mengubah istilah musim menjadi prakiraan cuaca.

Dalam daftar peristiwa, ekuinoks Maret, solstis Juni, ekuinoks September, dan solstis Desember tampil bersama perihelion serta aphelion Bumi. Pengingat dapat diatur pada saat peristiwa atau 1 jam, 12 jam, 1 hari, dan 1 minggu sebelumnya. Peristiwa serta pengingat tersebut termasuk versi lengkap setelah uji coba 3 hari. Pelajari peristiwa astronomis Apphemeride.

Kartu Ekuinoks dan solstis dalam Apphemeride dengan rentang berjalan dari ekuinoks September ke solstis Desember, indikator kemajuan, dan empat waktu berikutnya beserta hitung mundur.
Empat penanda geometris tahun Matahari disajikan sebagai saat, lalu dinyatakan dalam zona waktu yang dipilih.

Pertanyaan umum

Kapan solstis Juni terjadi?

Biasanya sekitar 20–21 Juni, dengan tanggal sipil bergantung tahun dan zona waktu. Penanda ini berkaitan dengan arah paling utara Matahari dan awal musim panas astronomis belahan utara. Di Jakarta serta Bromo yang berada di selatan khatulistiwa, jangan menamakannya otomatis hari terpanjang.

Apakah siang dan malam benar-benar sama pada ekuinoks?

Tidak harus persis. Terbit serta terbenam memakai tepi atas cakram dan refraksi, sehingga interval siang standar sedikit lebih panjang. Ekuinoks mendefinisikan perlintasan ekuator langit. Tanggal durasi sama, jika ada menurut model setempat, memerlukan perhitungan lintang dan horizon tersendiri.

Mengapa ekuinoks Maret tidak selalu tanggal 21?

Panjang tahun tropis bukan bilangan hari bulat, sedangkan kalender memakai tahun biasa serta kabisat. Koreksi Gregorian menjaga musim dalam rentang tanggal tetapi tidak menetapkan satu tanggal dan jam tetap. Zona WIB, WITA, atau WIT juga dapat mengubah tanggal yang ditulis untuk saat yang sama.

Apakah hari terpendek juga mempunyai terbit paling lambat?

Tidak selalu. Persamaan waktu menggeser tengah hari pada jam sipil sementara panjang busur siang berubah dengan pola lain. Terbit paling lambat dan terbenam paling awal dapat mengapit solstis. Tanggal contoh musim dingin utara bukan kalender yang langsung berlaku di seluruh Indonesia.

Unduh Apphemeride

Unduh gratis. Fitur dasar Matahari dan Bulan selalu gratis. Fitur lainnya dibuka lewat pembelian sekali setelah uji coba 3 hari, tanpa langganan.

Unduh Apphemeride di App Store