Matahari dan cahaya siang
Kapan Matahari terbit dan terbenam di tempat Anda?
Penjelasan singkat
Terbit dan terbenam Matahari secara konvensional berkaitan dengan tepi atas cakram, bukan saat pusatnya tepat di horizon. Atmosfer membiaskan cahaya sehingga Matahari terlihat lebih tinggi daripada arah geometrisnya. Lintang, bujur, tanggal, dan zona waktu menentukan kapan peristiwa itu terjadi. Apphemeride menyediakan waktu beserta arah untuk posisi GPS Anda secara gratis. Hasil standar perlu dibedakan dari saat Matahari benar-benar muncul di balik gunung atau gedung.
Arti tepat dari Matahari terbit
Dalam pengalaman sehari-hari, terbit adalah cahaya pertama dari cakram yang muncul di balik batas pandangan. Perhitungan astronomis memerlukan horizon acuan yang tidak berubah menurut bangunan atau pepohonan. Karena itu digunakan horizon ideal dan kriteria tepi atas cakram dengan koreksi standar. Pengamatan dari tempat tinggi dapat memakai tambahan model depresi horizon.
Jari-jari sudut Matahari sekitar 16 menit busur. Ketika tepi atas berada di horizon, pusat cakram sudah berada kira-kira 16′ di bawahnya. Refraksi atmosfer standar di horizon mengangkat arah tampak sekitar 34′ lagi. Jumlah keduanya memberi ketinggian pusat geometris sekitar −0,833° untuk kriteria terbit dan terbenam standar.
Nilai ini merupakan konvensi perhitungan, bukan pembacaan suhu dan tekanan udara langsung di tempat Anda. Radius Matahari berubah sedikit dengan jaraknya, dan refraksi nyata berubah dengan atmosfer. Itulah sebabnya waktu yang dihitung baik tetap dapat berbeda dari saat cakram pertama terlihat pada foto.
Terbit atau terbenam juga bukan penanda pusat Matahari melintasi 0°. Perbedaan ini penting ketika membandingkan jadwal dengan tinggi geometris, atau saat mempelajari batas fajar dan senja. Gunakan definisi yang sama sebelum menyimpulkan dua tabel bertentangan.
Empat faktor utama penentu waktu
- Lintang geografis mengatur sudut lintasan harian terhadap horizon. Dekat khatulistiwa, perubahan panjang siang selama tahun relatif kecil; semakin jauh ke utara atau selatan, variasinya membesar.
- Tanggal menentukan deklinasi Matahari, yang bergerak antara sekitar +23,4° pada solstis Juni dan −23,4° pada solstis Desember.
- Bujur geografis menggeser waktu matahari setempat. Pada bujur lebih timur, fase rotasi yang sama tercapai lebih dahulu. Satu derajat bujur setara empat menit waktu matahari, jika faktor lain dipisahkan.
- Zona waktu menentukan angka yang tertulis pada jam sipil. Zona itu mengubah label waktu, bukan lintasan fisik Matahari.
Indonesia mempunyai WIB, WITA, dan WIT. Waktu Jakarta tidak berlaku sebagai satu waktu nasional untuk seluruh kepulauan. Bahkan dalam zona yang sama, tempat pada bujur berbeda dapat mempunyai waktu terbit berbeda. Perbandingan dua kota nyata juga dapat melibatkan perbedaan lintang, sehingga seluruh selisih tidak boleh dibebankan pada bujur saja.
Perata waktu, atau persamaan waktu, menambah perubahan hubungan Matahari nyata dengan waktu matahari rata-rata. Kulminasi Matahari tidak harus terjadi pada pukul 12.00 sipil. Zona waktu, bujur, dan variasi tahunan itu menjelaskan mengapa terbit dan terbenam tidak selalu simetris terhadap tengah hari pada jam Anda.
Busur siang di dekat khatulistiwa
Matahari tampak bergerak pada lingkaran harian yang dipotong horizon menjadi bagian siang dan malam. Deklinasi menggeser letak lingkaran itu terhadap ekuator langit, sedangkan lintang menentukan bagaimana horizon memotongnya. Di sekitar khatulistiwa kedua bagian relatif seimbang sepanjang tahun, sehingga siang tetap mendekati dua belas jam.
Jakarta dan Bromo berada di selatan khatulistiwa. Perubahan panjang siang tetap ada, tetapi tidak sebesar perbedaan musim panas dan musim dingin di Eropa utara. Indonesia yang membentang di kedua sisi khatulistiwa tidak dapat diwakili satu aturan «Juni selalu hari terpanjang». Pada lintang selatan, kecenderungan musiman berlawanan dengan lintang utara, dengan variasi kecil dekat ekuator.
Kulminasi atas pun tidak otomatis terjadi di selatan. Matahari dapat lewat di utara atau selatan zenit, bergantung deklinasi dan lintang, dan dalam wilayah tropis dapat melewati zenit pada tanggal yang sesuai. Tengah hari matahari berarti lintasan atas pada meridian, bukan selalu menghadap satu arah kompas yang tetap.
Pada lintang jauh dari khatulistiwa, variasi menjadi sangat besar hingga menghasilkan siang atau malam kutub. Gejala itu berguna untuk memahami perjalanan ke wilayah kutub, tetapi tidak menjelaskan keadaan harian Jakarta. Perhitungan presisi juga memperhatikan bahwa deklinasi berubah sedikit selama hari, sehingga waktu dicari melalui penyempurnaan bertahap.
Mengapa pandangan Anda dapat berbeda
Refraksi berubah. Udara dingin, panas, tekanan, serta susunan lapisan udara dapat menggeser arah tampak. Dekat horizon, ketidakpastian ini lebih besar daripada di langit tinggi. Tabel dengan angka detik tidak mengetahui semua lapisan udara pada saat pengamatan.
Horizon sebenarnya mempunyai hambatan. Di Jakarta, gedung dapat menutup cakram sesudah waktu terbit ideal. Di Bromo, punggung gunung dapat membuat Matahari baru tampak lebih lambat meskipun tempat Anda tinggi. Menambahkan ketinggian pengamat tidak otomatis menambahkan profil gunung.
Tempat tinggi dapat menurunkan horizon bebas. Jika Anda benar-benar memandang melintasi permukaan rendah yang jauh, misalnya laut, horizon tampak turun akibat kelengkungan Bumi. Depresi horizon memperpanjang bagian lintasan yang terlihat. Manfaat itu tidak dijamin bila sebuah punggung dekat justru menutup pandangan.
Menyiapkan pengamatan dan foto
Fajar sudah berlangsung sebelum terbit. Terbit Matahari menandai akhir fajar sipil menurut konvensi, bukan awal semua pencahayaan pagi. Untuk foto dari Bromo, tiba lebih awal agar Anda dapat melihat perubahan warna sebelum cakram muncul. Jadwal perjalanan dan keselamatan medan perlu dipersiapkan terpisah dari tabel astronomi.
Arah terbit dan terbenam berubah sepanjang tahun. Dekat ekuinoks, arahnya hampir timur dan barat; pada bagian tahun lain bergeser ke utara atau selatan. Besarnya pergeseran harus dihitung untuk lintang yang sesuai. Jangan memakai angka azimut untuk lintang Eropa sebagai arah foto Indonesia.
Terbenam paling awal dan terbit paling lambat tidak wajib bertepatan dengan hari terpendek. Persamaan waktu menggeser posisi tengah busur dalam jam sipil, sementara panjang busurnya berubah dengan laju berbeda. Tanggal contoh di negara lintang sedang tidak dapat langsung diterapkan di Jakarta.
Jangan melihat Matahari tanpa perlindungan yang sesuai, termasuk sesaat setelah terbit saat tampak redup. Jangan menatapnya melalui binokular, teleskop, atau jendela bidik optik tanpa sistem filter depan yang benar. Penampilan merah atau redup bukan pengesahan keselamatan mata.
Lihat di Apphemeride
Lihat di Apphemeride
Pilih Matahari untuk melihat waktu terbit, kulminasi, dan terbenam beserta azimutnya. «Pelacak horizon» menggambarkan perubahan ketinggian selama hari, sedangkan «Kondisi pencahayaan» menghubungkannya dengan fajar dan senja. Ubin informasi dapat membawa nilai terbit, terbenam, atau kulminasi ke susunan pilihan Anda sesuai cakupan fiturnya.
Algoritma Jean Meeus dan penyempurnaan Newton–Raphson menentukan waktu secara numerik. Resolusi perhitungan tidak sama dengan kepastian penampakan di balik atmosfer dan rintangan. Waktu standar Matahari dan Bulan untuk lokasi GPS gratis. Perjalanan waktu, lokasi manual, serta ketinggian pengamat yang digunakan dalam model depresi horizon termasuk versi lengkap. Data bintik Matahari terbaru juga memerlukan versi lengkap dan Internet. Pelajari halaman objek Apphemeride.
Pertanyaan umum
Kapan Matahari terbenam hari ini?
Waktunya bergantung pada koordinat, tanggal, dan zona waktu. Variasi tahunan Indonesia dekat khatulistiwa lebih kecil daripada di lintang tinggi, tetapi bujur dan perbedaan WIB/WITA/WIT tetap penting. Apphemeride menampilkan waktu bagi lokasi Anda; tidak ada satu jam Jakarta yang mewakili seluruh Indonesia.
Mengapa jarak terbit dan terbenam tidak persis dua belas jam?
Deklinasi dan lintang mengubah panjang busur siang, sementara refraksi serta radius cakram memperpanjang interval tampak. Bahkan dekat ekuinoks, siang konvensional tidak harus tepat dua belas jam. Titik tengahnya juga berkaitan dengan tengah hari matahari, bukan otomatis pukul 12.00 sipil.
Apa perbedaan Matahari terbit dan fajar?
Fajar adalah perubahan cahaya sebelum terbit, dari tahap astronomis saat pusat Matahari naik melewati −18°, kemudian nautika dan sipil. Fajar sipil dimulai pada −6° dan berakhir saat Matahari terbit secara konvensional. Jadi lingkungan dapat cukup terang sebelum tepi cakram tampak.
Mengapa terbenam paling awal tidak selalu pada hari terpendek?
Panjang siang dan kedudukan tengah hari pada jam sipil berubah melalui mekanisme yang berbeda. Persamaan waktu dapat menggeser terbit serta terbenam bersama-sama, sehingga ekstrem waktu tidak bertepatan dengan ekstrem panjang siang. Tanggal tepatnya bergantung tempat; contoh Desember di Eropa bukan jadwal Indonesia.
Panduan terkait
Fitur
- Halaman objek – Data Matahari, Bulan, planet, dan bintang secara terperinci.
- Glosarium astronomi