Langit dan bintang
Mengenali rasi: mulai dari pola yang benar-benar terlihat
Penjelasan singkat
Rasi resmi adalah wilayah langit yang mempunyai batas, bukan hanya gambar garis. Sebanyak 88 rasi menutupi seluruh bola langit. Pola terang seperti Orion, Scorpius, dan Salib Selatan membantu pengenalan dari Indonesia ketika posisi serta waktunya sesuai. «Peta langit» dengan garis rasi di Apphemeride menghubungkan pola itu dengan arah lokal. Mulailah dari sasaran tinggi dan jelas, bukan dari penunjuk utara yang berada di bawah horizon.
Rasi dan asterisme berbeda
International Astronomical Union menetapkan daftar 88 rasi pada 1922 dan menyetujui batasnya pada 1928. Setiap arah langit masuk tepat satu wilayah, termasuk ruang di antara bintang terang yang terlihat kosong oleh mata. Batas tersebut memungkinkan astronom menyebut lokasi secara konsisten.
**Asterisme** adalah pola bintang yang mudah dikenali tetapi tidak harus satu rasi resmi. Big Dipper atau Biduk merupakan bagian Ursa Major, bukan rasi tersendiri. Segitiga Musim Panas menghubungkan Vega di Lyra, Deneb di Cygnus, dan Altair di Aquila. Nama musiman itu berasal dari konteks utara; pola tetap dapat dipelajari tanpa menganggap Indonesia mempunyai musim yang sama.
Setiap rasi mempunyai nama Latin serta singkatan tiga huruf, misalnya Ori untuk Orion, Cru untuk Crux, dan Sco untuk Scorpius. Penamaan Bayer menggabungkan huruf Yunani dengan bentuk nama rasi: Alpha Lyrae ialah Vega. Urutan huruf sering berkaitan dengan terang, tetapi tidak selalu merupakan peringkat kecerlangan yang ketat.
Garis yang menyambungkan bintang tidak distandarkan sebagai satu gambar wajib. Dua atlas dapat menggambar bentuk sedikit berbeda sambil memakai rasi resmi yang sama. Bintang-bintang pembentuk pola juga dapat berada pada jarak yang sangat berbeda dan tidak membentuk benda fisik tunggal seperti gambar di langit.
Memilih titik awal untuk Indonesia
Jika Orion tersedia pada waktu pengamatan, tiga bintang sabuknya mudah dikenali. Bandingkan Betelgeuse yang kemerahan dan Rigel yang terang, kemudian telusuri pola sekitar dengan peta. Perpanjangan sabuk ke arah yang sesuai membantu menuju Sirius; gunakan gambar yang orientasinya benar, karena pola dapat tampak miring atau terbalik dibanding atlas utara.
Pada kesempatan lain, bentuk melengkung Scorpius dan Antares membantu mencari kawasan selatan. Crux juga dapat menjadi acuan ketika cukup tinggi. Namun dekat Jakarta dan Bromo, Crux **bukan sirkumpolar**: ia dapat terbit serta terbenam, sehingga tidak menjadi tanda yang selalu tersedia sepanjang malam atau seluruh tahun pada jam petang yang sama.
Untuk memahami arah selatan melalui Crux, gunakan sumbu panjang dan bintang penunjuk di sekitarnya sebagai perkiraan yang harus dibandingkan dengan peta. Tidak ada bintang terang tepat di kutub selatan langit yang setara perannya dengan Polaris di utara. Bentuk lain yang mirip salib juga dapat membingungkan pemula.
Biduk tetap berguna dalam pengajaran langit utara bila terlihat, tetapi tidak boleh menjadi satu-satunya titik awal yang diwajibkan. Dari Jakarta dan Bromo, Polaris di bawah horizon, sehingga memperpanjang Merak–Dubhe tidak akan membawa Anda ke bintang yang dapat dilihat. Di bagian Indonesia utara ekuator, geometri berbeda dan Polaris, bila di atas horizon, tetap sangat rendah serta sulit jika horizon tidak bersih.
Mengukur jarak sudut dengan tangan
Pada lengan terentang, tangan memberi skala kasar. Ukuran tangan berbeda, jadi angka berikut pedoman orientasi, bukan alat ukur presisi:
| Bentuk tangan | Sudut kira-kira |
|---|---|
| Lebar kelingking | 1° |
| Tiga jari bersebelahan | 5° |
| Kepalan | 10° |
| Rentang ibu jari hingga kelingking terbuka | 20° |
Bulan purnama hanya sekitar 0,5° dalam diameter. Dari horizon ke zenit ada 90°, setara kira-kira sembilan kepalan dalam pedoman ini. Pertahankan lengan terentang agar skalanya tidak berubah. Jangan memakai teknik itu dengan menatap langsung Matahari.
Jarak sudut membantu menghindari harapan bahwa sebuah rasi selalu kecil seperti ikon. Orion menempati daerah luas, dan seluruh Ursa Major jauh lebih besar daripada Biduk saja. Di langit gelap, banyak bintang tambahan justru dapat membuat gambar awal lebih sulit dikenali; kembali ke titik terang yang sudah pasti.
Mencari pada waktu dan arah yang benar
Rasi berubah posisi selama malam dan ketersediaan petangnya berubah sepanjang tahun. Rasi dekat arah Matahari tenggelam dalam cahaya siang. Menurut batas IAU, lintasan Matahari melewati tiga belas rasi, termasuk Ophiuchus; ini berbeda dari pembagian dua belas tanda astrologi.
Pertama tentukan arah mata angin dan cocokkan peta dengan langit, lalu mulai dari bintang terang. Jangan selalu mencari kulminasi ke selatan: di tropis bintang dapat mencapai meridian di utara atau selatan zenit. Peta yang diputar salah dapat membuat pola yang sebenarnya tepat terlihat tidak cocok.
Di Jakarta, hanya bintang paling terang suatu pola mungkin terlihat, sehingga gambar seolah putus. Di Bromo, lampu lebih sedikit belum tentu menghilangkan kabut atau awan. Musim hujan dan kemarau memengaruhi kesempatan langit terbuka tetapi bukan batas rasi atau jumlah resminya.
Kata «terlihat sepanjang tahun» juga perlu jelas. Sirkumpolar berarti tidak turun di bawah horizon geometris, berbeda dari suatu rasi yang dapat terlihat pada suatu jam malam dalam banyak bagian tahun. Dekat ekuator hanya sedikit bintang memenuhi syarat sirkumpolar, dan hambatan tetap dapat menutupi lintasan rendah.
Lihat di Apphemeride
Lihat di Apphemeride
«Peta langit» menunjukkan rasi dalam hubungan dengan tempat serta waktu. Garis rasi memudahkan pola, kompas menunjukkan orientasi, dan kisi horizontal menghubungkan gambar dengan azimut serta ketinggian. Pencarian dapat membuka bintang dan «Profil bintang» untuk menghubungkan nama dengan data.
Melihat peta gratis. Garis rasi, kisi, lapisan tambahan, serta rotasi peta termasuk versi lengkap setelah uji coba 3 hari. Perjalanan waktu dan lokasi manual juga versi lengkap untuk memeriksa kapan sebuah pola tersedia dari tempat lain. Pelajari peta dengan garis rasi.
Pertanyaan umum
Ada berapa rasi resmi?
Ada 88 wilayah yang menutupi seluruh bola langit menurut IAU. Tidak semua wilayah terlihat utuh dari satu tempat. Lintang dan waktu menentukan bagian yang berada di atas horizon; garis gambar populer hanyalah bantuan di dalam batas wilayah resmi.
Bagaimana menemukan Polaris?
Di lintang utara yang sesuai, garis Merak–Dubhe pada Biduk dapat diperpanjang menuju Polaris. Tetapi dari Jakarta dan Bromo, Polaris berada di bawah horizon, sehingga cara itu bukan petunjuk navigasi lokal. Gunakan arah dan pola yang benar-benar terlihat pada peta, termasuk wilayah selatan saat waktunya sesuai.
Apakah Biduk sebuah rasi?
Biduk atau Big Dipper adalah asterisme dalam Ursa Major. Pola populer dapat terdiri dari bagian satu rasi atau melintasi beberapa rasi. Batas resmi lebih luas daripada garis yang mudah dikenali dan tidak berubah mengikuti jumlah bintang yang terlihat oleh mata di kota.
Rasi apa yang selalu terlihat sepanjang tahun?
Syarat sirkumpolar bergantung pada deklinasi tiap bintang dan lintang tempat. Dekat khatulistiwa wilayah itu kecil, sehingga jangan menganggap Crux atau Biduk selalu di atas horizon Jakarta dan Bromo. Sebuah pola yang terlihat pada musim berbeda di jam berbeda juga tidak otomatis sirkumpolar.
Panduan terkait
Fitur
- Peta langit – Langit di atas Anda dengan rasi dan kisi koordinat.
- Glosarium astronomi